► Quote of The Day

"Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding. To understand Each Others, we must first know each others" -Anonym

Rabu, 13 November 2013

► Traditional Format

======================================================================================================
Indonesia
34 Provinsi, 13.466 Pulau, 237 Juta Jiwa.

Dan yang kita bahas disini adalah 300 kelompok etnik dan 1.340 suku bangsa. (BPS 2010)
Dari data diatas ini dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki tingkat diferensiasi yang sangat tinggi. Suku bangsa ini pun yang melahirkan Adat istiadat dan Bahasa yang kental di daerahnya masing-masing. Tak khayal Adat Istiadat dan Keberagaman Bahasa ini pula lah yang menimbulkan Keberagaman.

Adat istiadat ini termasuk dalam Diferensiasi Sosial, yang mana kita tidak perlu khawatir adanya kecenderungan bentroknya adat karena Diferensiasi terbagi secara Horizontal (Semua Sama). Namun tetap saja sekalipun disebut Horizontal, masih banyak peperangan antar suku. Doktrin bahwa "'orang ini' tuh 'begini'" masih kental di masyarakat.

Perang Pandan - Tradisi Bali
Adat Jawa lah
Adat Sumatera lah
Adat Kalimantan lah
Adat Sulawesi lah
Adat Papua lah

Semua itu terdengar sangat kompleks di telinga. Terutama orang jawa yg kental dengan mitos, lalu Keraton dan sebagainya. Misalkan saja seseorang yang ingin menikah dengan keturunan Keraton, maka dia harus menjalani segala adat istiadat disana dari proses inilah itulah yang Tujuannya saja tidak jelas. Masih pake "Konon Katanya". Nikah saja mesti perhatiin tanggalannya, kliwon lah, wage, pahing dll. Masyarakat terlalu mengikuti leluhur suatu yang memang belom terbukti. Mistis yang tidak ada bukti penguatnya.

Sederhana saja lah. Kecuali kalau kalian ingin pesta meriah mungkin bisa dimaklumi, tergantung kekuatan dompet, tetapi kalau sudah memakai 'ritual-ritual mistis' yah Geezzz juga.

Gue punya Angan-angan untuk menghapus semua adat. Haha namanya juga angan-angan. Dan Angan-angan konyol ini akan menimbulkan pertentangan yang sangat keras terutama dari pemerhati Budaya, suku bangsa dan adat istiadat. Dan juga menimbulkan amukan masa dari setiap sudut suku. :v Dan angan-angan hanya akan kembali menjadi angan-angan. Tidak untuk dipraktekan.

Siraman - Tradisi Jawa
 
Mungkin cuma gue doang yang punya pikiran kejam seperti ini. Mengeliminasi adat satu per satu menghilangkan untuk selama-lamanya dan berpegang pada satu adat, yaitu adat Indonesia. Selama ini kita hanya dipersatukan lewat Bahasa saja. Kalo Tanah kelahiran?? Gak juga tuh, pasti ada yang bilang gue keturunan jawa, keturunan sunda, keturunan batak, medan bla bla bla dsb. Sadar tidak sadar kita memang hanya dipersatukan Lewat bahasa dan Bangsa, bukan Tanah air(kelahiran). Tanah air kita memang satu tapi tetap saja ada orang ini, orang itu, orang ono. Sampai kapanpun ya ga bakal nyatu. Bersatu hanya karena Sejarah dan Toleransi.

Saat ini kita bersatu di Indonesia hanya karena faktor sejarah dan kepentingan negara saja. Kalau menciptakan dan menumbuh-kembangkan negara tidak serepot apa yang ada sekarang ini, mungkin Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, IRIAN Jaya juga akan membuat Negara sendiri-sendiri.

Bukan berarti saya tidak suka Negaranya, Saya sangat bangga di Indonesia, hanya saja adat-adat kuno dan bahasa daerah yang terlalu kental menurut saya hanya memperlebar perbedaan.

Tapi itulah keberagaman, hal menyenangkan mengetahui kita memiliki Keberagaman yang luar biasa di Indonesia. Mungkin ini 'maksud' dari Tuhan menciptakan Keberagaman agar Manusia tidak Monoton dan Bosan meskipun terdengar aneh. Who knows lah... syukuri saja

Mungkin Post ini terdengar sedikit/sangat PROVOKASI. :v

Kredit to Para Pahlawan Pejuang Indonesia yang melahirkan Negara ini ke jenjang Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar