======================================================================================================
Hola, setelah sekian lama berseluncur di Debate Club kaskus, ada satu hal yang pengen gue jelasin ke kalian, yaitu tentang Trik, eh bukan trik juga sih, Hints, eh bukan, Aturan? Bukan. Simak aja deh haha
Sebenarnya dalam Islam, debat itu sendiri lebih baik ditinggalkan. Alangkah mulianya seseorang rela meninggalkan perdebatan yang tidak ada ujungnya (kusir) agar tidak terjadi Hard Feeling, sekalipun kita berdebat dalam Posisi yang Benar dan sebenar-benarnya benar.
Rasulullah SAW Bersabda :
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.”
(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)
Ya gue termasuk orang yang sering berdebat, sekalipun tidak pernah face to face dengan orangnya.
Inti dari debat itu sendiri adalah 2 KUBU yang saling mengadu Argumentasi mereka masing-masing.
Debat Formal harus ditengahi oleh Juri dan Moderator, agar di akhir debat bisa ditarik kesimpulan, kalau masih tidak bisa ditarik kesimpulan, separah-parahnya pake sistem Voting(Jarang dilakukan). Debat paling sering berakhir dengan Debat Kusir (gak ada ujungnya karena gak ada yang mau ngalah)
Dan debat sendiri biasanya bakal ngaco kalo udah pake emosi, seseorang bisa asal ngomong demi mempertahankan Argumennya. Maka debat sendiri menurut gue juga kurang efektif. Gue lebih milih Pengkajian Bersama suatu topik, jadi orang tahu akar masalahnya. Debat juga menjadi ajang Pembunuhan Kebenaran, JIKA, kubu Oposisi memilik pendebat yang PINTAR BICARA, namun juga juga bisa menjadi ajang Pembunuhan Kesalahan.
Anyway, langsung aja yuk keep smile!!
Langsung aja yuk kita bahas beberapa hal dalam Debat yang harus diketahui si Pendebat sebelum Berdebat agar Para Pendebat dapat berdebat dengan baik, benar, dan efisien. Enggak asal ngomong dan asal ceplas ceplos.
Kita akan berbicara tentang LOGICAL FALLACY
Logical Fallacy secara bahasa Indonesia adalah cacat pikir Logis. Sesat pikir Logis.
Logical Fallacy dalam perdebatan akan mengacaukan Logika berfikir, tidak objektif, dan tidak menyeluruh.
Ya dalam debat kalian akan menemukan Logical Fallacy dan kebanyakan kalian tidak tahu. Logical Fallacy ini tidak boleh ada dalam Debat karena Debat akan menjadi tidak efisien, malahan bisa ngalor ngidul.
Berikut ini contoh-contohnya mohon diperhatikan, supaya kalian ga nyasar saat berdebat dengan orang lain.
#1 Ad HominemAd Hominem adalah keadaan dimana di saat kalian berdebat, kalian menyinggung /menyerang karakter lawan. Menyerang lawan karena sikapnya, status sosialnya, kekayaannya, sifat atau segala catatan negatif dalam hidupnya. Kalo gue sendiri bilang ini namanya pembunuhan karakter sebelum berperang, Tapi ini bersifat positif untuk orang yg kritis dan mencari ke-valid-an suatu data..
► Contoh :
- Bambang selalu dapat nilai jelek dalam semua mata pelajaran, jangan tanya pelajaran sama dia.
- Bambang kan bandar narkoba, pasti orangnya ga bisa dipercaya.
Ad Hominem ini pun terbagi lagi menjadi beberapa type :
a. Abusive, Penilaian Argumen lawan yang didasari oleh karakteristik/sikap/sifat si Lawan.
Contoh : - Kalo lawan debatmu pengguna narkoba, maka semua yang diucapkannya tidak bisa diterima.
b. Circumstantial, membuat argumen dari sebuah sumber, yang mana kalian gak yakin. Penggunaan kata "kayaknya", "iya kan ya?"
#2 Tu QuoqueDalam bahasa inggris (You Also), (Lo Juga). Sesat Logika dimana kalian menunjuk lawan juga melakukan hal yang sama sehingga argumennya Invalid. Melawan Kritik, dengan Kritik.
Contoh :
- "Ah lo dapet nilai ulangan Matematika 9 hasil nyontek aja. Gue dong murni"
"Lo juga kemaren nyontek Fisika jir, dasar lu apet!"
#3 Bandwagon Bandwagon kalo dalam bahasa kitanya adalah 'ikut-ikutan'. Kalian menciptakan Argumen/Claim dari hasil 'ikut-ikutan' argumen orang lain, padahal kalian sendiri belom tahu kebenarannya. Ini termasuk yang paling sering kita temui di INDONESIA. Gue juga sering menggunakan kata-kata ini, dan berusaha untuk menguranginya.
Contoh :
- "Eh jangan buka payung didalam rumah, kata leluhur itu pamali"
- "Jangan masuk keruangan itu, kata petugas sebelah ada buaya darat"
Dimasyarakat kita mengenal dengan namanya EFEK BANDWAGON (bukan efek baygon yah), ini yang paling gue benci sama Orang Indonesia. Latah. Bukan Latah seperti Mpok Atiek yah (eh monyong eh monyong!). Tapi Latah akan trend, Gue sendiri SANGAT memperhatikan efek bandwagon ini dari kecil.
- Pertama, jaman SMP sepatu Converse. Orang-orang semuaaa pada pake converse, mungkin gue doang yang enggak. Semua mengikuti Trend, inilah efek bandwagon.
- Kedua, jaman SMA handphone BB (Blackberry). Orang-orang semua pada pake BB, menciptakan ilusi seolah-olah yang gapunya BB ga boleh berkomunikasi sama dia karena ga punya PIN. Itu termasuk gue juga karena memang gue ga suka BB yg OS nya tidak open source(ga bisa diotak-atik). Handphone dengan banyak kelemahan seperti BB kenapa banyak dipakai? Inilah efek Bandwagon, salute sama marketing BB. Dan Indonesia pun sempat sukses sebagai SASARAN empuk Research in Motion.
- Ketiga, Trend Jokowi. Jokowi dikabarkan sebagai Gubernur sukses di Solo. Dan wacana sukses jokowi di solo ini pun menyebar dari mulut ke mulut.
Dan banyak trend trend lain, fixie, 'Bapak Kamu...', Denim, kata 'Galau', dll.
#4 Burden of ProofBurden of Proof, jika kalian mengeluarkan Argumen/Claim maka Argumen/Claim itu Harus bisa dibuktikan jika tidak maka akan menjadi cacat Logika. Dalam berdebat kalian tidak bisa menggunakan Claim yang masih ngambang.
Contoh :
- Newton bilang bahwa gaya gravitasi itu ada dan menarik manusia kebawah. Arguman ini valid dengan jatuhnya Apel dari pohon.
- Di masa depan nanti akan ada alat untuk Teleportasi. KARENA argumen ini belum terbukti DI ZAMANnya bisa dilakukan, sekalipun MUNGKIN dimasa depan ada, maka argumen ini masih masuk Invalid.
#5 Loaded Question Ini adalah Cacat logika dimana kalian mengajukan pertanyaan dengan memasukan Asumsi(dugaan) di dalam pertanyaan tersebut. Segala sesuatu yang masih menduga-duga.
Contoh :
- Tadi pagi lo makan kopi atau minum roti?
- Besok kita jadi nyopet di 47 atau di DAMRI?
#6 AmbiguityAmbigu, dalam Debat tidak boleh ada ambigu yang akan membuat sesat pikir.
Contoh :
- Ayam Bakar Padang (Ayam membakar Padang atau Ayam bakar masakan Padang?)
Well Itu adalah contoh-contoh Cacat Logika, atau Logical Fallacy yang bakal kalian temui dalam Debat. Sebenarnya ada SANGAT BANYAK logical fallacy, berhubung gue agak males jadi gue ambil yang penting-penting aja, Yang gue tulis disini adalah yang paling Banyak Kejadiannnya di Indonesia. Semoga pada dapet pencerahan dari postingan ini biar kalian gak asal mengeluarkan statement/claim/argumen dalam Debat.
Sekian dari saya kepada saya untuk saya, salam, eSCeTePe!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar