► Quote of The Day

"Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding. To understand Each Others, we must first know each others" -Anonym

Kamis, 19 September 2013

► Something, Somewhere went Terribly Wrong

 "Something, Somewhere went Terribly Wrong" - Anonym
======================================================================================================
Cuma menuliskan apa yang ada dipikiran saya -_-

Masyarakat,
Masyarakat tahunya Muslim = Islam.
Masyarakat tahunya Arab = Islam
Masyarakat tahunya Syiah, Sunni, Muhammadiyah, NU dll = Islam

Masyarakat tidak tahu perbedaannya, tidak mau tahu, tidak mau cari tahu dan sok tahu.
Masyarakat tidak ngerti perbedaannya, tidak mau ngerti dan sok ngerti.

Bukan maksud menghina masyarakat, namun begitu realitanya.
Baik masyarakat itu adalah Non-Muslim atau bahkan Muslim itu sendiri. Terkhusus diri saya sendiri.

Masyarakat,
Yang mereka tahu Islam = Arab, Iran, Iraq, Palestina, Timur Tengah, Muslim, Terrorist, ekstremis, Partai Islam dll.
Sehingga pengertian mereka jadinya; Orang Arab tukang kawin kontrak di puncak = itu tuh Islam
Sehingga pengertian mereka jadinya; Orang Muslim berbuat Zina = itu tuh Islam
Sehingga pengertian mereka jadinya; Orang di Partai Islam tertuduh korupsi = itu tuh Islam

Masyarakat tidak tahu perbedaannya, tidak mau tahu, tidak mau cari tahu dan sok tahu.
Masyarakat tidak ngerti perbedaannya, tidak mau ngerti dan sok ngerti.

Masyarakat menjalankan Agama sesuai dengan pandangan masing-masing
Masyarakat menjalankan Atheist sesuai dengan pandangan masing-masing
Masyarakat menjalankan Hukum sesuai dengan pandangan masing-masing
Sehingga terjadi perbedaan pandangan yang sangat signifikan di Masyarakat.
Sehingga terjadi perbedaan Tolak Ukur/Standardisasi SALAH dan BENAR.

Selama semua memiliki Tolak Ukur Salah-Benar-nya masing-masing,
Selama itu pula tidak akan ada persatuan.

Sebagian Masyarakat bilang "perbuatan X" ini Benar, sah-sah saja atau sudah biasa.
Sebagian Masyarakat bilang "perbuatan X" ini Salah.

Katanya Masyarakat sih "Toleransi"
Katanya Masyarakat sih "Hask Asasi"
Katanya Masyarakat sih "Kebebasan"

======================================================================================================

Masyarakat Tahunya kalo orang ulang tahun Umur mereka bertambah
Masyarakat Tahunya Kesetaraan Gender
Masyarakat Tidak Tahu umur mereka setiap Nano Detik berkurang
Masyarakat Tidak Tahu Kesetaraan Gender hanya akan memberatkan Gender yang lain

======================================================================================================

Sedih yang tak terkira saat gue mencoba masuk ke DC (Debate Club), terutama Thread tentang Agamis.

Disana gue banyak mendapati orang-orang yang MASIH berfikir bahwa kita ini adalah evolusi dari SAPIENS dan mereka BANGGA dan SENANG.

Perang argumen pun pecah setiap gue scroll tulisan itu ke bawah dan page per page

Mereka lalu membagi 2 kelompok untuk lebih mudahnya : EVOLUSIONIS (Realis) dan KREASIONIS (Agamis).

Saya jelaskan sedikit :

► Evolusionis adalah orang-orang yang saya sebutkan tadi diatas dan ingin nangis setiap kali melihat mereka. Mereka memiliki fundamental kuat berdasarkan teori Darwin, bahwa Manusia bentuk sekarang ini adalah hasil evolusi dari Sapiens, kata mereka, hanya itu alasan logis untuk eksistensi Manusia saat ini. Ya, mereka golongan Atheist, mereka mengaku sendiri dan mereka bangga. Golongan yang mengedepankan Akal. Segala sesuatu harus logis bagi mereka dan harus bisa dibuktikan dengan Sains, harus masuk akal. Dari sini saja saya sudah menyimpulkan bahwa mereka mengabaikan Probabilitas suatu Momentum dalam Semesta. Dimana Probabilitas ini memiliki Random Variable yang terkadang ga bisa mereka ukur pakai akal sehat.

Dan saya sangat sedih saya hanya bisa berdebat dengan ilmu yang pas-pas-an dan mereka malakukan Penjabaran yang begiiitu panjang, dan hanya bisa pasrah melihat mereka dalam ketidaktahuannya tentang Permainan dunia ini. Bagi mereka agama adalah Hasil Imaginasi manusia, Belum terbukti (padahal sudah banyak contohnya. Karena mereka mengira Agama hanya mengatur tentang Agama saja, gue gak tahu kalo selain Islam, tapi di Islam sendiri Agama itu mencakup semua aspek kehidupan mulai dari Politik, Ekonomi, Sains, Kedokteran, Sosial, Makan, Tempat tinggal, sampe Buang air kecil dan besar pun Sudah diatur etc, etc.).

Dari sini saya tarik kesimpulan lagi, bahwa mereka tidak bisa menerima sesuatu yang berbau Imaginatif. Balik dikit misalkan kita hidup tahun 500M. Kita bilang bahwa di masa depan Manusia akan terbang keluar angkasa. Dengan teknologi yang ada pada saat 500M, maka pasti orang-orang tidak akan percaya, dan itu hanya Imaginasi semata. Mereka tidak akan percaya bahwa manusia bisa berpindah tempat dengan kecepatan 250km/jam tanpa di dorong/ditarik (mobil). Itu kalau mereka ada di tahun 500M. Tapi bagaimana buktinya? Bisa kan? Sama saja seperti kaum evolusionis, mereka menganggap Agama hanya imaginasi, tapi coba nanti kita buktikan kalau mereka mati. Mau lari kemana mereka.

Dan lebih menyedihkan lagi, saya punya teman seperti itu, terlebih lagi dia adalah salah satu sahabat terbaik saya, dan yang paling menyedihkan... gue ga bisa nyelamatin dia saat ini. Gue udah coba jelasin ke dia tetep dia ga bisa terima, dia bahkan menekankan tentang Pemaksaan Ideologi. Jadi pembenaran yg gue coba terangkan bagi dia hanya PEMAKSAAN IDEOLOGI. Dan menurut dia itu sebuah DOKTRIN (sebuah ideologi yang belom diketahui kebenaranya). Gue ga bisa dan ga mungkin memaksakan dia untuk mengerti apa yang gue pelajari. Terlebih dia JAUH lebih pintar dari gue. Gue hanya berharap semoga dia bisa menemukan apa yang namanya Kebenaran dengan kemampuan AKAL DIA SENDIRI, tanpa opini, doktrin, atau sumber apapun dari orang lain.

► Kreasionis dalam forum itu adalah kita yang percaya bahwa manusia itu dibentuk langsung oleh Tuhan, tanpa perantara evolusi. Yang kebanyakan Kreasionis ini gabungan dari beberapa pemeluk Agama. Yang dominan memang Muslim. Tentunya kami tidak percaya bahwa kami ini berasal dari Sapiens. Kreasionis percaya bahwa sesuatu terjadi karena kehendak Tuhan. Kalau Tuhan menghendaki, maka sesuatu itu terjadi, jika Tuhan tidak menghendaki maka sesuatu itu tidak akan terjadi seberapa kuat pun usahanya. Jadi disini saya bisa simpulkan Probabilitas dalam Kaum Kreasionis itu Bersifat Tanpa batas (Infinite). Tidak terkekang oleh batasan. Segala sesuatu memiliki kemungkinan Untuk Terjadi. Bebas. Tidak terbatas. Imaginatif yang memang mungkin terjadi.

Mengutip dari Albert Einstein, "Logika akan membawamu dari A ke B, Imaginasi akan memabawamu kemanapun." Pengertian Imaginasi bukan sesuatu yang selalu tidak mungkin kan? bukan cuma hayalan kan? Tentunya kita sudah besar dan bisa membedakan Spekulasi dan Imaginasi. Malahan banyak Penemuan yang kini REAL berasal dari Imaginasi. Dan mereka bilang bahwa Imaginasi itu tidak bisa dibuktikan. Hebat!

Agama adalah sesuatu yang datangnya dari Tuhan dan diberikan ke Manusia. Jadi otomatis semua yang ada dalam Agama itu pasti terjadi, ibaratnya itu bocoran dari Tuhan. Bahkan kita lebih maju dari kaum evolusionis untuk beberapa aspek. Tapi yang jadi masalah adalah, Masih banyak yang belom mengetahui kebenaran sesungguhnya. Bagaiman kita tahu itu kebenaran sesungguhnya? Agama sesungguhnya? Lihat siapa yang membawakan, bagaimana perilakunya sehari-hari, apa yang ia telah lakukan dan apa yang telah ia capai. Bacalah apa yang dibebankan kepadanya yaitu Kitab Suci. Perhatikan satu per satu ajaran dari-Nya? adakah kecacatan? Jika masih ada kecacatan maka itu bukan dari Tuhan, karena sesuatu yang berasal dari Tuhan itu selalu Sempurna. Karena Tuhan itu sendiri Sempurna. Kebanyakan dalam kasus ini Kreasionis melihat kecacatannya itu dalam Manusia bukan dalam Agama, dan Langsung menJudge Agama yang Manusia itu bawakan cacat, tanpa menelusurinya terlebih dahulu. Agama itu bukan sebuah status sosial. Berhubung moyang kita banyak menggunakan bahasa Sanskrit, Agama itu sendiri artinya A = Tidak, Gama = Kacau, Tidak Kacau. Atau bisa diartikan lagi menjadi Peraturan. Agama itu bukan sesuatu yang melekat pada diri seseorang dan menjadi jati diri orang tersebut, melainkan Peraturan itu sendiri.

Sekian dulu dari saya
tubikontinyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar